Berita

Walkot Stop Izin Minimarket

4 April 2016 | Oleh Hani Muliawati | Dilihat 180 Kali


KOTA – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pasar rakyat atau pasar tradisional Walikota HA Alf Arslan Djunaid telah menyetop izin pendirian minimarket baru, seperti indomart dan alfamart. “Banyak datang ke ruang kerja saya, investor yang akan membuka minimarket modern. Namun untuk sementara, kami menyetop izin pendirian minimarket baru sebagai upaya mendorong kembali pasar rakyat kembali hidup,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan Festival Pasar Rakyat di Pasar Grogolan, Minggu (¾).

Pasar rakyat, sambung Alex-sapaan akrabnya, telah menjadi bagian dalam percepatan ekonomi kreatif fi Kota Pekalongan. “Kegiatan Festival Pasar Rakyat, kami harapkan bisa menjadi daya ungkit agar kedepannya pasar rakyat, bisa kembali menarik masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli di Pasar rakyat,” tambah dia.

4.000 Pasar Hilang

Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat konferensi pers menyatakan, bahwa dukungannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Yayasan Danamon Peduli terhadap keberlangsungan pasar rakyat. “Karena pasar rakyat ini semakin hari semakin berkurang. Dari tahun 2007 hingga 2014, lebih dari 4.000 pasar rakyat menghilang,” jelasnya. Melalui festival pasar rakyat, dia berharap agar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat bahwa pasar rakyat juga bisa menjadi lokasi pengembangan kegiatan kreatif.

Karena menurut Restu, sebelum adanya banyak kegiatan di mal atau supermarket, pasar rakyat dahulu sudah menjadi ruang publik untuk kegiatan perekat sosial. Kota Pekalongan, dikatakannya, menjadi Kota kedua dalam gelaran Festival Pasar Rakyat yang dilaksanakan pihaknya setelah pasar akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa. “Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan seperti ini di enam pasar rakyat,” tutur dia. (nul/adv).

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2016)

Walkot Stop Izin Minimarket

4 April 2016 | Oleh PEJABAT PPID | Dilihat 180 Kali


KOTA – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pasar rakyat atau pasar tradisional Walikota HA Alf Arslan Djunaid telah menyetop izin pendirian minimarket baru, seperti indomart dan alfamart. “Banyak datang ke ruang kerja saya, investor yang akan membuka minimarket modern. Namun untuk sementara, kami menyetop izin pendirian minimarket baru sebagai upaya mendorong kembali pasar rakyat kembali hidup,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan Festival Pasar Rakyat di Pasar Grogolan, Minggu (¾).

Pasar rakyat, sambung Alex-sapaan akrabnya, telah menjadi bagian dalam percepatan ekonomi kreatif fi Kota Pekalongan. “Kegiatan Festival Pasar Rakyat, kami harapkan bisa menjadi daya ungkit agar kedepannya pasar rakyat, bisa kembali menarik masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli di Pasar rakyat,” tambah dia.

4.000 Pasar Hilang

Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat konferensi pers menyatakan, bahwa dukungannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Yayasan Danamon Peduli terhadap keberlangsungan pasar rakyat. “Karena pasar rakyat ini semakin hari semakin berkurang. Dari tahun 2007 hingga 2014, lebih dari 4.000 pasar rakyat menghilang,” jelasnya. Melalui festival pasar rakyat, dia berharap agar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat bahwa pasar rakyat juga bisa menjadi lokasi pengembangan kegiatan kreatif.

Karena menurut Restu, sebelum adanya banyak kegiatan di mal atau supermarket, pasar rakyat dahulu sudah menjadi ruang publik untuk kegiatan perekat sosial. Kota Pekalongan, dikatakannya, menjadi Kota kedua dalam gelaran Festival Pasar Rakyat yang dilaksanakan pihaknya setelah pasar akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa. “Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan seperti ini di enam pasar rakyat,” tutur dia. (nul/adv).

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2016)

Walkot Stop Izin Minimarket

4 April 2016 | Oleh Irnasari Novianingrum | Dilihat 180 Kali


KOTA – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pasar rakyat atau pasar tradisional Walikota HA Alf Arslan Djunaid telah menyetop izin pendirian minimarket baru, seperti indomart dan alfamart. “Banyak datang ke ruang kerja saya, investor yang akan membuka minimarket modern. Namun untuk sementara, kami menyetop izin pendirian minimarket baru sebagai upaya mendorong kembali pasar rakyat kembali hidup,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan Festival Pasar Rakyat di Pasar Grogolan, Minggu (¾).

Pasar rakyat, sambung Alex-sapaan akrabnya, telah menjadi bagian dalam percepatan ekonomi kreatif fi Kota Pekalongan. “Kegiatan Festival Pasar Rakyat, kami harapkan bisa menjadi daya ungkit agar kedepannya pasar rakyat, bisa kembali menarik masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli di Pasar rakyat,” tambah dia.

4.000 Pasar Hilang

Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat konferensi pers menyatakan, bahwa dukungannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Yayasan Danamon Peduli terhadap keberlangsungan pasar rakyat. “Karena pasar rakyat ini semakin hari semakin berkurang. Dari tahun 2007 hingga 2014, lebih dari 4.000 pasar rakyat menghilang,” jelasnya. Melalui festival pasar rakyat, dia berharap agar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat bahwa pasar rakyat juga bisa menjadi lokasi pengembangan kegiatan kreatif.

Karena menurut Restu, sebelum adanya banyak kegiatan di mal atau supermarket, pasar rakyat dahulu sudah menjadi ruang publik untuk kegiatan perekat sosial. Kota Pekalongan, dikatakannya, menjadi Kota kedua dalam gelaran Festival Pasar Rakyat yang dilaksanakan pihaknya setelah pasar akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa. “Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan seperti ini di enam pasar rakyat,” tutur dia. (nul/adv).

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2016)

Walkot Stop Izin Minimarket

4 April 2016 | Oleh Hani Muliawati | Dilihat 180 Kali


KOTA – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pasar rakyat atau pasar tradisional Walikota HA Alf Arslan Djunaid telah menyetop izin pendirian minimarket baru, seperti indomart dan alfamart. “Banyak datang ke ruang kerja saya, investor yang akan membuka minimarket modern. Namun untuk sementara, kami menyetop izin pendirian minimarket baru sebagai upaya mendorong kembali pasar rakyat kembali hidup,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan Festival Pasar Rakyat di Pasar Grogolan, Minggu (¾).

Pasar rakyat, sambung Alex-sapaan akrabnya, telah menjadi bagian dalam percepatan ekonomi kreatif fi Kota Pekalongan. “Kegiatan Festival Pasar Rakyat, kami harapkan bisa menjadi daya ungkit agar kedepannya pasar rakyat, bisa kembali menarik masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli di Pasar rakyat,” tambah dia.

4.000 Pasar Hilang

Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat konferensi pers menyatakan, bahwa dukungannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Yayasan Danamon Peduli terhadap keberlangsungan pasar rakyat. “Karena pasar rakyat ini semakin hari semakin berkurang. Dari tahun 2007 hingga 2014, lebih dari 4.000 pasar rakyat menghilang,” jelasnya. Melalui festival pasar rakyat, dia berharap agar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat bahwa pasar rakyat juga bisa menjadi lokasi pengembangan kegiatan kreatif.

Karena menurut Restu, sebelum adanya banyak kegiatan di mal atau supermarket, pasar rakyat dahulu sudah menjadi ruang publik untuk kegiatan perekat sosial. Kota Pekalongan, dikatakannya, menjadi Kota kedua dalam gelaran Festival Pasar Rakyat yang dilaksanakan pihaknya setelah pasar akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa. “Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan seperti ini di enam pasar rakyat,” tutur dia. (nul/adv).

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2016)

Walkot Stop Izin Minimarket

4 April 2016 | Oleh Irana Septi Giana | Dilihat 180 Kali


KOTA – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pasar rakyat atau pasar tradisional Walikota HA Alf Arslan Djunaid telah menyetop izin pendirian minimarket baru, seperti indomart dan alfamart. “Banyak datang ke ruang kerja saya, investor yang akan membuka minimarket modern. Namun untuk sementara, kami menyetop izin pendirian minimarket baru sebagai upaya mendorong kembali pasar rakyat kembali hidup,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan Festival Pasar Rakyat di Pasar Grogolan, Minggu (¾).

Pasar rakyat, sambung Alex-sapaan akrabnya, telah menjadi bagian dalam percepatan ekonomi kreatif fi Kota Pekalongan. “Kegiatan Festival Pasar Rakyat, kami harapkan bisa menjadi daya ungkit agar kedepannya pasar rakyat, bisa kembali menarik masyarakat untuk melakukan aktifitas jual beli di Pasar rakyat,” tambah dia.

4.000 Pasar Hilang

Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat konferensi pers menyatakan, bahwa dukungannya dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Yayasan Danamon Peduli terhadap keberlangsungan pasar rakyat. “Karena pasar rakyat ini semakin hari semakin berkurang. Dari tahun 2007 hingga 2014, lebih dari 4.000 pasar rakyat menghilang,” jelasnya. Melalui festival pasar rakyat, dia berharap agar bisa membuka mata dan pikiran masyarakat bahwa pasar rakyat juga bisa menjadi lokasi pengembangan kegiatan kreatif.

Karena menurut Restu, sebelum adanya banyak kegiatan di mal atau supermarket, pasar rakyat dahulu sudah menjadi ruang publik untuk kegiatan perekat sosial. Kota Pekalongan, dikatakannya, menjadi Kota kedua dalam gelaran Festival Pasar Rakyat yang dilaksanakan pihaknya setelah pasar akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa. “Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan seperti ini di enam pasar rakyat,” tutur dia. (nul/adv).

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2016)